RANCAK BANA, KOLABORASI APIK MADURA – PADANG DALAM PENGELOLAAN KLUB PROFESIONAL MADURA UNITED FC DI LIGA 1 SUPER LEAGUE 2026/2027
Jakarta (arkamedia.online) - Liga 1 Super League 2026/2027 baru saja bergulir, liga sepak bola paling bergengsi di Indonesia adalah adalah liga 1 Super League saat ini. Tidak mengherankan jika para pemilik klub yang bermain di kasta tertinggi di Indonesia ini juga bukanlah orang orang sembarangan, melainkan Adalah sosok sosok penting dan berpengaruh di negeri ini.
Sederet nama nama besar dan tokoh penting di Indonesia seperti Nirwan Bakrie di Persija, Azrul Ananda di Persebaya Surabaya, Iwan Budianto, Gilang Juragan 99, Raffi Ahmad di Arema Malang dan masih banyak lagi tokoh penting lainnya yang konsern memajukan dunia persepak bolaan tanah air.
Salah satunya juga ada pengusaha muda asal Sumatera Barat yang berada di Balik Kebangkitan Madura United FC di Puncak Klasemen Liga 1 Super League 2026/2027 saat ini. Ia Adalah Richard Erlangga, pengusaha muda asal Sumatera Barat (Padang) yang kini berusia sekitar 43 tahun, menjadi salah satu sosok penting di balik perjalanan Madura United FC. Ia dikenal sebagai figur yang membawa semangat kolaborasi, khususnya antara Padang/Sumatera Barat dan Madura, dalam mengelola klub Liga 1 Super League.
Latar Belakang dan Kiprah di Madura United
Richard Erlangga adalah pengusaha muda yang sebelumnya aktif di berbagai bidang usaha, dan ia juga sebagai penggiat organisasi bisnis HIPMI dan organisasi yang menaungi UMKM, Pada Januari 2023, Richard resmi menjabat Komisaris Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), perusahaan pengelola Madura United FC. Ia bergabung melalui RUPS dan langsung menargetkan klub menjadi juara sekaligus membangun fondasi jangka panjang agar Madura United menjadi klub Profesional dan legendaris. Ia berkolaborasi erat dengan jajaran manajemen, termasuk Annisa Zhafarina Qosasi (Direktur Utama/CEO, putri Presiden klub Achsanul Qosasi) dan Achsanul Qosasi sendiri.
Pada Desember 2023, Richard sempat ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Madura United FC. Penunjukan ini dilakukan setelah diskusi internal manajemen karena Richard sudah mengenal klub dengan baik dari posisi sebelumnya. Di masa kepemimpinannya, ia langsung aktif dalam rekrutmen pemain untuk memperkuat skuad dan terbukti mampu finish di runner up liga 1 saat itu.
Kolaborasi “Madura–Padang” ini menjadi simbol sinergi positif: semangat profesionalisme dari pengusaha Sumatera Barat dipadukan dengan akar kuat Madura yang diwakili Achsanul Qosasi dan keluarga. Hasilnya adalah pengelolaan klub yang lebih stabil dan berorientasi prestasi.
Prestasi di Musim Super League 2026/2027
Di musim Super League 2026/2027 yang baru berjalan, Madura United (Laskar Sape Kerrab) tampil mengesankan. Setelah dua laga, klub berhasil mengoleksi enam poin sempurna (kemenangan 2-0 atas Persijap Jepara dan 3-1 atas PSS Sleman) serta menempati puncak atau posisi teratas klasemen sementara bersama beberapa tim lain yang juga masih sempurna. Performa ini menjadi kebanggaan bagi pendukung di Madura sekaligus masyarakat Sumatera Barat yang melihat putra daerah turut berkontribusi dalam manajemen.
Tangan dingin Richard Erlangga bersama Achsanul Qosasi dan manajemen dinilai berperan dalam membangun fondasi yang memungkinkan tim tampil kompetitif sejak awal musim. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas daerah dapat menghasilkan hasil positif di kancah sepak bola profesional Indonesia.
Harapan ke Depan
Dengan start yang solid di musim 2026/2027, harapan besar muncul agar Madura United FC mampu menjaga konsistensi dan mempertahankan posisi di papan atas hingga akhir musim. Target juara Super League bukanlah impian belaka jika manajemen, pelatih, pemain, dan pendukung tetap solid.
Kolaborasi Madura–Padang yang dipelopori Richard Erlangga dan Achsanul Qosasi diharapkan terus membawa kebanggaan bagi kedua daerah. Semoga Laskar Sape Kerrab tetap menjadi juara dan menjadi inspirasi bagi klub-klub lain di Indonesia./UN81
Komentar (0)
Belum ada komentar.